Minggu, 26 Februari 2017

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GIZI BALITA (0-1TAHUN)

A.pengertian gizi
     Gizi berasal dari bahasa arab “al Gizzai” yang artinya makanan dan manfaatnya untuk kesehatan.(Dep Kes, 1996) AL Gizzai juga dapat diatikan sari makanan yang bermanfaat untuk kesehatan. Gzi adalah proses organisme menggunakan makananyang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi,transfortasi,penyimpanan,metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ serta menghasilkan energi.( I Dewa, 2001)
     Di saluran pencernaan, makanan dipecah menjadi lebih kecil disebut zat gizi. Selanjutnya zat gizi diserap usus, kemudian beredar melalui pembuluh darah dan getah bening, lalu diteruskan kehati. Dalam hati zat-zat yang sudah diserap diolah lagi sesuai dengan keperluan tubuh, kemudian diedarkan oleh darah keseluruh jaringan tubuh. Didalam makanan terdapat enam zat gizi, yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air. Zat gizi ini diperlukan bagi balita sebagai zat tenaga pembangun dan pengatur.(Vera Uripi 2003)
1.      Zat tenaga
Zat gizi yang menghasilkan tenaga atau energi adalah karbohidrat, lemak dan protein. Bagi balita, tenaga diperlukan untuk meakukan aktivitas serta pertumbuhan dan perkembangannya oleh karena itu kebutuhan zat gizi sumber tenaga relatif lebih besar daripada orang dewasa.
2.      Zat pembangun
Protein sebagai zat pembangun dan bukan hanyan untuk pertumbuhan dan perkembangan organ-organ tubuh balita, tetapi juga menggantikanjaringan yang aus atau rusak.
3.      Zat pengatur
Zat pengatur berfungsi agar fal organ-organ dan jaringan tubuh termasuk otak dapat berjalan seperti yang diharapkan.(Rina Yenrina, 2000)
Kriteria dasar untuk memenuhi kecukupan gizi adalah dengan pemberian makanan, kemudian melihat pertumbuhan bayi, dan tidak jarang dapat suatu pendapat bahwa lebih banyak yang dimakan serta lebih cepat pemberian makan mempunyai arti yang sama dengan gizi yang lebih baik.







B. Pola pemberian makanan pada bayi usia 0-1 tahun
    
UMUR
JENIS KELAMIN
FREKUENSI PEMBERIAN
0-6 bulan
-asi
-sekehendak bayi
6 bulan
-Asi
-Sekehendak bay
1-2 kali/hari
6-12 bulan
-Asi
Makanan Lembek
-Buah-buahan
-Sekehendak bayi
-3 kali/hari
A.    Balita
     Balita adalah anank usia dibawah lima tahun, merpakan usia penting dalam pertumbuhan dan perkembangan fisik anank. Pada usia balita, kondisi kondisi pertumbuhan anak sangat pesat sehingga membutuhkan zat giziyang relative tinggi dari orang biasa.

B.     Gizi balita
     Kebutuhan akan jenis zat gizi pada bslita sebenarnya sama dengan orang dewasa, hanya saja jumlah dan perbandungannya yang berbeda. Secara ringkas kebutuhan zat gizi dapat diuraikan sebagai berikut:















1.      Karbohidrat
   Karbohidrat sebagai sumber tenaga utama. Sebagian besar (50-60%) energi berasal dari karbohidrat, sedangkan sisanya dari lemak dan protein. Oleh sebab itu menu makanan balita harus mengandung cukup hidrang arang. Contoh makanan yang mengandung karbohidrat adalah: nasi, gandum, jagung, kentang, roti.




2.      Protein
     Protein dalam tubuh merupakan zat pembangun yang amat diperlukan tubuh untuk pertumbuhan, menggantikan sel-sel tubuh yang rusak, memlihara keseimbangan metabolisme tubuh.


Kebutuhan protein bagi bayi yang relative besar dari orang dewasa, karena bayi mengalami pertumbuhan yang pesat. Makanan yang banyak mengandung protein adalah: tempe, tahu, daging, susu dan telur.

3.      Air
     Air merupakan zat gizi yang sangat penting bagi balit,a hal ini disebabkan karena:
-          Bagian tubuh terdiri dari air (80%)
-          Kehilang air melalui, keringan dan kencing.
-          Bayi lebih mudah terkena penyakit yang mengakibatkan kehilangan cairan dalam jumlah banyak, seperti diare dan muntah.
4.      Lemak
     Lemak merupakan sumber tenaga yang sangant tinggi. Disamping iru lemak mempunyai fungsi untuk:
-          Sumber asam lemak sangat diperlukan tubuh untuk pertumbuhan dan kesehatan kulit
-          Pelarut vitamin A,D,E dan K
-          Pemberi rasa sedap pada makanan


Makan bayi yang mengandung banyak lemak adalah susu.



5.      Vitamin dan Mineral



     Vitamin dan mineral dibutuhkan untuk pengaturan metabolisme tubuh dan pencegah terhadap penyakit tertentu. Bila kekurangan, anak akan menderita kelainan atau penyakit tertentu. Sumber vitamin adaah sayuran dan buah-buahan. (Dep Kes RI,1995)


C.    Anak usia 0-1 tahun (Bayi)
     Anak usia 0-1 tahun adalah Bayi baru lahir sampai berusia 12 bulan. Bagi bayi usia 0-6 bulan, ASI adalah satu-satunya makanan tunggal yang penting dalam proses tumbuh kembang dirinya wajar dan sehat. ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Tidak ada satupun makanan yang dapat menggantikan ASI, karea ASI mempunyai 3 aspek yaitu:
1.      Aspek gizi
2.      Aspek kekebalan
3.      Aspek kejiwaan
Merupakan kasih sayang yang penting untuk perkembangan mental dan kecerdasan anak. ASI yang keluar beberapa hari setelah persalian disebut kolostrum yang memiliki kekebalan, vit A yang tinggi lebih kental dan berwarna kekuning-kuningan. Olrh karena itu kolostrum harus diberikan pada bayi.(Dep Kes, 1996)


     ASI dapat mensuplai seluruh kebutuhan bayi sampai umur enam bulan.










D.    Faktor-faktor yang mempengaruhi gizi anak balita (usia 0-1 tahun)
1.      Pengetahuan
     Pengetahuan merupaan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah seorang melakukan pengindraan terhadap suatu obyek tertentu. Pengetahuan atau kongnitif merupakan dominan yang sangat penting untuk terbentuknya suatu tindakan seseorang (Noto admojo, 1993)
Menurut azwar (2000), pengetahuan seseorang biasanya diperoleh dari pengalaman yang berasal dari berbagai macam sumber, misalnya media masa, media elektronik,buku petunjuk,petugas kesehatan, media poster,kerabat dekat dan sebagainya.
Pengetahuan orang tua yang kurang dapat mempengaruhi pemahaman tentang gizi,manfaat gizi,jenis-jenis makanan bergizi untuk balita.

2.      Pendidikan
     merupakan jenjang pendidikan formal yang pernah ditempuh ibu melalui pendidikan terakhir, tidak tamat SD, tamat SD, SMP,SMU, dan perguruan tinggi. (Noto admojo, 1993)
     Tingkat pendidikan orang tua mempengaruhi cara pikir oran tua dalam pemberian gizi pada usia balita.

3.      Kepercayaan
     Kepercayaan adalah suatu anggapan, pengetahuan, keyakinan bahwa sesuatu yang diyakini /dipercayai tersebut memang benar.(Poerwadarminta,1994)
     Emansipasi wanita telah membuka wanita kesempatan bekerja diluar rumah tanpa adanya waktu luang dan istirahat,  hal ini menyebabkan terjadinya kelalaian orang tua dalam memperhatikan gizi anak balitanya.

4.      Status ekonomi
     Status ekonomi adalah suatu keadaan keuangan dalam sebuah keluarga, biasanya dibedakan dalam keluarga mampu dan keluarga kurang mampu atau keluarga sejahtera. Hal ini berdasarkan jumlah penghasilan dan kemampuannya mencukupi kebutuhan sehari-hari.(Poerdarminta,1994)
     Status ekonomi ini dipengaruhi oleh faktor pengetahuan orang tua yang masih rendah sehingga menganggap makanan bergizi berharga mahal.