FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI GIZI BALITA (0-1TAHUN)
A.pengertian
gizi
Gizi berasal dari
bahasa arab “al Gizzai” yang artinya makanan dan manfaatnya untuk kesehatan.(Dep
Kes, 1996) AL Gizzai juga dapat diatikan sari makanan yang bermanfaat untuk
kesehatan. Gzi adalah proses organisme menggunakan makananyang dikonsumsi
secara normal melalui proses digesti,
absorpsi,transfortasi,penyimpanan,metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang
tidak dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan pertumbuhan dan fungsi normal
dari organ-organ serta menghasilkan energi.( I Dewa, 2001)
Di saluran pencernaan, makanan dipecah menjadi lebih kecil disebut zat
gizi. Selanjutnya zat gizi diserap usus, kemudian beredar melalui pembuluh
darah dan getah bening, lalu diteruskan kehati. Dalam hati zat-zat yang sudah
diserap diolah lagi sesuai dengan keperluan tubuh, kemudian diedarkan oleh
darah keseluruh jaringan tubuh. Didalam makanan terdapat enam zat gizi, yaitu
karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air. Zat gizi ini diperlukan
bagi balita sebagai zat tenaga pembangun dan pengatur.(Vera Uripi 2003)
1.
Zat tenaga
Zat
gizi yang menghasilkan tenaga atau energi adalah karbohidrat, lemak dan
protein. Bagi balita, tenaga diperlukan untuk meakukan aktivitas serta
pertumbuhan dan perkembangannya oleh karena itu kebutuhan zat gizi sumber
tenaga relatif lebih besar daripada orang dewasa.
2.
Zat pembangun
Protein
sebagai zat pembangun dan bukan hanyan untuk pertumbuhan dan perkembangan
organ-organ tubuh balita, tetapi juga menggantikanjaringan yang aus atau rusak.
3.
Zat pengatur
Zat
pengatur berfungsi agar fal organ-organ dan jaringan tubuh termasuk otak dapat
berjalan seperti yang diharapkan.(Rina Yenrina, 2000)
Kriteria dasar untuk
memenuhi kecukupan gizi adalah dengan pemberian makanan, kemudian melihat
pertumbuhan bayi, dan tidak jarang dapat suatu pendapat bahwa lebih banyak yang
dimakan serta lebih cepat pemberian makan mempunyai arti yang sama dengan gizi
yang lebih baik.
B. Pola pemberian makanan pada bayi
usia 0-1 tahun
UMUR
|
JENIS KELAMIN
|
FREKUENSI PEMBERIAN
|
0-6 bulan
|
-asi
|
-sekehendak
bayi
|
6 bulan
|
-Asi
|
-Sekehendak
bay
1-2 kali/hari
|
6-12 bulan
|
-Asi
Makanan Lembek
-Buah-buahan
|
-Sekehendak
bayi
-3 kali/hari
|
A.
Balita
Balita adalah anank usia dibawah lima tahun,
merpakan usia penting dalam pertumbuhan dan perkembangan fisik anank. Pada usia
balita, kondisi kondisi pertumbuhan anak sangat pesat sehingga membutuhkan zat
giziyang relative tinggi dari orang biasa.
B.
Gizi
balita
Kebutuhan akan jenis zat gizi pada bslita
sebenarnya sama dengan orang dewasa, hanya saja jumlah dan perbandungannya yang
berbeda. Secara ringkas kebutuhan zat gizi dapat diuraikan sebagai berikut:
1.
Karbohidrat
Karbohidrat sebagai sumber tenaga utama.
Sebagian besar (50-60%) energi berasal dari karbohidrat, sedangkan sisanya dari
lemak dan protein. Oleh sebab itu menu makanan balita harus mengandung cukup
hidrang arang. Contoh makanan yang mengandung karbohidrat adalah: nasi, gandum,
jagung, kentang, roti.
2.
Protein
Protein dalam tubuh merupakan zat
pembangun yang amat diperlukan tubuh untuk pertumbuhan, menggantikan sel-sel
tubuh yang rusak, memlihara keseimbangan metabolisme tubuh.
Kebutuhan protein bagi bayi yang relative besar dari orang dewasa, karena bayi mengalami pertumbuhan yang pesat. Makanan yang banyak mengandung protein adalah: tempe, tahu, daging, susu dan telur.
3.
Air
Air merupakan zat gizi yang sangat penting
bagi balit,a hal ini disebabkan karena:
-
Bagian tubuh terdiri dari air (80%)
-
Kehilang air melalui, keringan dan
kencing.
-
Bayi lebih mudah terkena penyakit yang
mengakibatkan kehilangan cairan dalam jumlah banyak, seperti diare dan muntah.
4.
Lemak
Lemak merupakan sumber tenaga yang sangant
tinggi. Disamping iru lemak mempunyai fungsi untuk:
-
Sumber asam lemak sangat diperlukan
tubuh untuk pertumbuhan dan kesehatan kulit
-
Pelarut vitamin A,D,E dan K
-
Pemberi rasa sedap pada makanan
Makan bayi yang mengandung banyak lemak adalah susu.
5.
Vitamin dan Mineral
Vitamin dan mineral dibutuhkan untuk pengaturan metabolisme tubuh dan pencegah terhadap penyakit tertentu. Bila kekurangan, anak akan menderita kelainan atau penyakit tertentu. Sumber vitamin adaah sayuran dan buah-buahan. (Dep Kes RI,1995)
C.
Anak
usia 0-1 tahun (Bayi)
Anak usia 0-1 tahun adalah Bayi baru lahir
sampai berusia 12 bulan. Bagi bayi usia 0-6 bulan, ASI adalah satu-satunya
makanan tunggal yang penting dalam proses tumbuh kembang dirinya wajar dan
sehat. ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Tidak ada satupun makanan yang
dapat menggantikan ASI, karea ASI mempunyai 3 aspek yaitu:
1.
Aspek gizi
2.
Aspek kekebalan
3.
Aspek kejiwaan
Merupakan
kasih sayang yang penting untuk perkembangan mental dan kecerdasan anak. ASI
yang keluar beberapa hari setelah persalian disebut kolostrum yang memiliki
kekebalan, vit A yang tinggi lebih kental dan berwarna kekuning-kuningan. Olrh
karena itu kolostrum harus diberikan pada bayi.(Dep Kes, 1996)
ASI dapat mensuplai seluruh kebutuhan bayi sampai umur enam bulan.
D.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi gizi anak balita (usia 0-1 tahun)
1.
Pengetahuan
Pengetahuan merupaan hasil dari tahu, dan
ini terjadi setelah seorang melakukan pengindraan terhadap suatu obyek
tertentu. Pengetahuan atau kongnitif merupakan dominan yang sangat penting
untuk terbentuknya suatu tindakan seseorang (Noto admojo, 1993)
Menurut
azwar (2000), pengetahuan seseorang biasanya diperoleh dari pengalaman yang
berasal dari berbagai macam sumber, misalnya media masa, media elektronik,buku
petunjuk,petugas kesehatan, media poster,kerabat dekat dan sebagainya.
Pengetahuan
orang tua yang kurang dapat mempengaruhi pemahaman tentang gizi,manfaat
gizi,jenis-jenis makanan bergizi untuk balita.
2.
Pendidikan
merupakan jenjang pendidikan formal yang
pernah ditempuh ibu melalui pendidikan terakhir, tidak tamat SD, tamat SD,
SMP,SMU, dan perguruan tinggi. (Noto admojo, 1993)
Tingkat pendidikan orang tua mempengaruhi
cara pikir oran tua dalam pemberian gizi pada usia balita.
3.
Kepercayaan
Kepercayaan adalah suatu anggapan,
pengetahuan, keyakinan bahwa sesuatu yang diyakini /dipercayai tersebut memang
benar.(Poerwadarminta,1994)
Emansipasi wanita telah membuka wanita
kesempatan bekerja diluar rumah tanpa adanya waktu luang dan istirahat, hal ini menyebabkan terjadinya kelalaian
orang tua dalam memperhatikan gizi anak balitanya.
4.
Status ekonomi
Status ekonomi adalah suatu keadaan
keuangan dalam sebuah keluarga, biasanya dibedakan dalam keluarga mampu dan
keluarga kurang mampu atau keluarga sejahtera. Hal ini berdasarkan jumlah
penghasilan dan kemampuannya mencukupi kebutuhan
sehari-hari.(Poerdarminta,1994)
Status ekonomi ini dipengaruhi oleh faktor
pengetahuan orang tua yang masih rendah sehingga menganggap makanan bergizi
berharga mahal.




