Pantang mengikat simpul
apapun Termasuk mengikat tali sepatu, menjahit ataupun tali menali lainnya,
karena dianggap akan mempersulit proses persalinan kelak.
Pantang mengenakan bahan
yang mengikat leher Dipercaya apabila calon bapak atau ibu mengenakan bahan,
misalnya kain,handuk atau tas yang melilit leher, anak yang keluar nanti juga
lehernya akan terlilit tali pusar. Mendingan sih kalau terlilit tali pusar,
masih bisa diusahakan lahir. Kalau dari lahir sudah terlilit utang kan berat
Bapak/Ibu
Pantang keluar pada waktu
senja Senja sampai malam hari merupakan saat dimana ilmu jahat atau semacam
jejadian bernama ‘kuyang’ berwujud kepala terbang muncul dimana ibu hamil
sering menjadi targetnya. Intinya jangan sering berkeliaran senja maupun malam
kalau tidak benar-benar perlu dan perkuat ibadah karena Tuhan tidak akan
membiarkan sesuatu yang jahat menimpa umatny apabila kita berserah hanya
kepadaNya.
Pantang menyebutkan usia kehamilan Kembali
mengusung alasan yang mistis, wanita dayak dilarang menyebutkan usia
kehamilannya pada orang asing. Alasannya adalah untuk menghindari kelahiran
yang ‘dikunci’. Dikunci disini istilahnya adalah dibuat supaya tidak kunjung
melahirkan, alasannya mungkin karena dendam dimasa lalu sehingga usia kehamilan
merupakan hal yang tidak boleh disebutkan sembarangan. Tidak jarang orang-orang
Dayak akan menjawa,”baru-baru saja” untuk menyebutkan kehamilan muda. Atau
menyebutkan,”lagi nunggu waktunya”untuk menjawab usia kehamilan yang sudah tua.
Pantang membunuh Ini
sebenarnya pantangan bagi semua orang, hamil maupun tidak hehehe.Tapi untuk
lebih spesifik pantangan ini dikhususkan dalam hal membunuh binatang apapun.
Mungkin ini pantangan yang sama bagi semua ibu hamil can calon bapak di
Indonesia. Namun apabila harus, calon orangtua hendaknya membatin dalam hati
sambil mengajak calon bayi untuk ikut serta misalnya membatin “ayo nak kita
kerjakan ini” sebelum membunuh binatang yang terpaksa harus dibunuh.
Pantang mengasah pisau tanpa air Mengasah
pisau tanpa air dianggap akan berakibat ‘manak teah’ ini adalah suatu kondisi
dimana proses kelahiran menjadi sulit karena teah atau kering. Tidak ada air
ataupun darah dan sangat menyakitkan.Ini seram kan ya, secara proses melahirkan
sendiri merupakan proses hidup dan mati. Saya belum menjumpai ini terjadi pada
sodara atau kerabat namun orangtua jaman dulu sangat menekankan pantangan yang
satu ini.
Pantang menjelek-jelekan orang lain Tentu saja
ini sebenarnya juga merupakan hal yang harusnya kita lakukan baik sedang hamil
maupun tidak. Namun ada baiknya ketika hamil kita menjaga mulut kita lebih
hati-hati lagi supaya tidak menyakiti orang lain. Apalagi di tanah Dayak yang
masih mengenal sistem jipen atau sanksi bagi permasalahan yang menyangkut orang
lain. Beban moral juga menjadi penekanan disni. Calon orangtua yang
mnjelek-jelekkan orang lain dipercaya akan menyebabkan sang bayi menjadi mirip
dengan orang yang dijelek-jelekkan oleh orangtuanya.
.
Pantang mandi terlalu
sore/malam Ini dilarang karena menurut orang orang tua ini bisa mengakibatkan
air di ketuban menjadi banyak. Mungkin masih termasuk mitos karena penyebab air
ketuban tentunya tidak karena sering mandi namun karena ini merupakan salah
satu pantangan yang sering saya dengar sehingga saya tuliskan juga.
Pantang makan makanan
bergetah Makanan bergetah misalnya nangka, jantung pisang karena akan
mengurangi produksi ASI. Ini mitos juga sih. Apalagi saya yang pada dasarnya
tukang makan, sehingga beberapa makanan yang dipantang sukses masuk ke perut
pada saat hamil. Namun pantangan dari orangtua ini hendaknya tidak dilawan
namun kita juga tidak memaksakan diri. Saya sering berkonsultasi pada teman
yang kebetulan berprofesi sebagai bidan mengenai makanan yang boleh atau tidak
boleh dimakan, biar aman.
Pantang bermalas-malasan
Oke, poin ini sebenarnya juga berlaku pada saat tidak hamil, namun orang Dayak
percaya bahwa keluarga yang menanti kelahiran buah hati tidak boleh sering
bermalas-malasan dan hanya tidur-tiduran, karena berpengaruh pada janin. Selain
memerlambat proses kelahiran, kegiatan bermalas-malasan ini dianggap kelak akan
menghasilkan anak yangjuga malas sehingga untuk doa terbaik bagi calon buah
hati, kita harus tetap bekerja seperti biasanya namun tidak boleh diforsir
terlalu berat, sewajarnya saja.