Selasa, 02 Mei 2017

HAL YANG TIDAK BOLEH DILAKUKAN OLEH IBU SAAT HAMIL PADA SUKU DAYAK KALIMANTAN TIMUR

Pantang mengikat simpul apapun Termasuk mengikat tali sepatu, menjahit ataupun tali menali lainnya, karena dianggap akan mempersulit proses persalinan kelak.

Pantang mengenakan bahan yang mengikat leher Dipercaya apabila calon bapak atau ibu mengenakan bahan, misalnya kain,handuk atau tas yang melilit leher, anak yang keluar nanti juga lehernya akan terlilit tali pusar. Mendingan sih kalau terlilit tali pusar, masih bisa diusahakan lahir. Kalau dari lahir sudah terlilit utang kan berat Bapak/Ibu 

Pantang keluar pada waktu senja Senja sampai malam hari merupakan saat dimana ilmu jahat atau semacam jejadian bernama ‘kuyang’ berwujud kepala terbang muncul dimana ibu hamil sering menjadi targetnya. Intinya jangan sering berkeliaran senja maupun malam kalau tidak benar-benar perlu dan perkuat ibadah karena Tuhan tidak akan membiarkan sesuatu yang jahat menimpa umatny apabila kita berserah hanya kepadaNya.

 Pantang menyebutkan usia kehamilan Kembali mengusung alasan yang mistis, wanita dayak dilarang menyebutkan usia kehamilannya pada orang asing. Alasannya adalah untuk menghindari kelahiran yang ‘dikunci’. Dikunci disini istilahnya adalah dibuat supaya tidak kunjung melahirkan, alasannya mungkin karena dendam dimasa lalu sehingga usia kehamilan merupakan hal yang tidak boleh disebutkan sembarangan. Tidak jarang orang-orang Dayak akan menjawa,”baru-baru saja” untuk menyebutkan kehamilan muda. Atau menyebutkan,”lagi nunggu waktunya”untuk menjawab usia kehamilan yang sudah tua.

Pantang  membunuh Ini sebenarnya pantangan bagi semua orang, hamil maupun tidak hehehe.Tapi untuk lebih spesifik pantangan ini dikhususkan dalam hal membunuh binatang apapun. Mungkin ini pantangan yang sama bagi semua ibu hamil can calon bapak di Indonesia. Namun apabila harus, calon orangtua hendaknya membatin dalam hati sambil mengajak calon bayi untuk ikut serta misalnya membatin “ayo nak kita kerjakan ini” sebelum membunuh binatang yang terpaksa harus dibunuh.

Pantang mengasah pisau tanpa air Mengasah pisau tanpa air dianggap akan berakibat ‘manak teah’ ini adalah suatu kondisi dimana proses kelahiran menjadi sulit karena teah atau kering. Tidak ada air ataupun darah dan sangat menyakitkan.Ini seram kan ya, secara proses melahirkan sendiri merupakan proses hidup dan mati. Saya belum menjumpai ini terjadi pada sodara atau kerabat namun orangtua jaman dulu sangat menekankan pantangan yang satu ini.

Pantang menjelek-jelekan orang lain Tentu saja ini sebenarnya juga merupakan hal yang harusnya kita lakukan baik sedang hamil maupun tidak. Namun ada baiknya ketika hamil kita menjaga mulut kita lebih hati-hati lagi supaya tidak menyakiti orang lain. Apalagi di tanah Dayak yang masih mengenal sistem jipen atau sanksi bagi permasalahan yang menyangkut orang lain. Beban moral juga menjadi penekanan disni. Calon orangtua yang mnjelek-jelekkan orang lain dipercaya akan menyebabkan sang bayi menjadi mirip dengan orang yang dijelek-jelekkan oleh orangtuanya.
Pantang mandi terlalu sore/malam Ini dilarang karena menurut orang orang tua ini bisa mengakibatkan air di ketuban menjadi banyak. Mungkin masih termasuk mitos karena penyebab air ketuban tentunya tidak karena sering mandi namun karena ini merupakan salah satu pantangan yang sering saya dengar sehingga saya tuliskan juga.

Pantang makan makanan bergetah Makanan bergetah misalnya nangka, jantung pisang karena akan mengurangi produksi ASI. Ini mitos juga sih. Apalagi saya yang pada dasarnya tukang makan, sehingga beberapa makanan yang dipantang sukses masuk ke perut pada saat hamil. Namun pantangan dari orangtua ini hendaknya tidak dilawan namun kita juga tidak memaksakan diri. Saya sering berkonsultasi pada teman yang kebetulan berprofesi sebagai bidan mengenai makanan yang boleh atau tidak boleh dimakan, biar aman.


Pantang bermalas-malasan Oke, poin ini sebenarnya juga berlaku pada saat tidak hamil, namun orang Dayak percaya bahwa keluarga yang menanti kelahiran buah hati tidak boleh sering bermalas-malasan dan hanya tidur-tiduran, karena berpengaruh pada janin. Selain memerlambat proses kelahiran, kegiatan bermalas-malasan ini dianggap kelak akan menghasilkan anak yangjuga malas sehingga untuk doa terbaik bagi calon buah hati, kita harus tetap bekerja seperti biasanya namun tidak boleh diforsir terlalu berat, sewajarnya saja.


MENDIAGNOSA KEHAMILAN

Mendiagnosa Kehamilan

            Menentukan kehamilan yang sudah lanjut memang tidak sukar, tetapi menentukan kehamilan awal seringkali tidak mudah, terutama bila pasien baru mengeluh terlambat haid beberapa minggu saja. Secara klinis tanda-tanda kehamilan dapat dibagi dalam 3 kategori besar, yaitu: tanda tak pasti dan tanda kepastian hamil dan kemungkinan.


A.    Tanda Tidak Pasti (Presumtif)
Perubahan fisiologik pada ibu atau seorang perempuan yang mengindikasikan bahwa ia telah hamil.Tanda tidak pasti atau terduga hamil adalah perubahan anatomic dan fisiologik selain dari tanda-tanda presumtif yang di deteksi atau di kenali oleh pemeriksa.
Tanda-tanda tidak pasti adalah sebagai berikut:

1.      Amenorhea (Terlambat datang bulan)
Amenorhea tidak dapat dianggap sebagai tanda pasti kehamilan karena amenorrhea dapat juga terjadi pada beberapa penyakit kronik, tumor-hipofise,perubahan factor-faktor lingkungan, malnutrisi dan yang paling sering gangguan emosional terutama pada mereka yang tidak ingin hamil atauyang ingin sekali hamil (di kenal dengan hami semu).

2.      Mual dan Muntah
Merupakan gejala umum mulai dari rasa tidak enak sampai muntah yang berkepanjangan, dalam kedokteran sering dikenal morning sickness karena munculnya pada pagi hari. Mual dan muntah di perberat oleh makanan yang baunya menusuk dan juga oleh emosi penderita yang tidak stabil.

3.      Mastodinia
Adalah rasa kencang dan sakit pada payudara di sebabkan payudara membesar. Faskulariasi bertambah asinus dan duktus berpoliferasi karena pengaruh estrogen dan progesterone.

4.      Quickening
Adalah persepsi gerakan janin pertama biasanya di sadari oleh wanita pada kehamilan 18-20 minggu.

5.      Gangguan Kencing
6.      Konstipasi
Terjadi karena efek relaksasi progesterone atau dapat juga karena perubahan pola makan.
7.      Perubahan berat badan
8.      Perubahan warna kulit
9.      Perubahan payudara
10.  Mengidam (ingin makanan khusus)
Sering terjadi pada bulan-bulan pertama. Ibu hamil sering meminta makanan atau minuman tertentu, terutama pada trimester pertama. Akan tetapi menghilang dengan makin tuanya kehamilan.
11.  Pingsan
12.  Lelah
Disebabkan oleh menurunnya basal metabolic rate (BMR) dalam trimester pertama kehamilan.
13.  Varises
14.  Konstipasi atau obstipasi
Karena tonus otot-otot usus menurun oleh pengaruh hormone steroid.
15.  Epulis
Epulis adalah suatu hipertrofi papilla gingivae. Hal ini seringterjadi pada triwulan pertama.

B.     Tanda-tanda Kemungkinan Kehamilan (Dugaan Hamil)
1.      Perubahan pada uterus
2.      Tanda piskacek’s
3.      Suhu basal
4.      Perubahan-perubahan pada serviks
a.       Tanda hegar
b.      Tanda goodell’s
c.       Tanda chadwick
d.      Tanda Mc Donald
5.      Pembesaran abdomen
6.      Kontraksi uterus
7.      Pemeriksaan test biologis kehamilan

C.    Tanda Pasti Kehamilan
Data atau kondisi yang mengindikasikan adanya buah kehamilan atau bayi yang diketahui melalui pemeriksaan dan di rekam oleh pemeriksa (misalnya denyut jantung janin, gambaran sonogram janin, dan gerak janin).
            Indikator pasti hamil adalah penemuan-penemuan keberadaan janin secara jelas dan hal ini tidak dapat di jelaskan dengan kondisi kesehatan yang lain.
1.      Denyut jantung janin (DJJ)
Dapat didengar dengan menggunakan laenec pada minggu 17-18. Dengan stetoskope ultrasonic (Doppler), DJJ dapat di dengarkan lebih awal lagi, sekitar minggu ke-12. Melakukan auskultasi pada janin bisa juga mengidentifikasi bunyi-bunyi yang lain, seperti bising tali pusat, bising uterus dan nadi ibu.
2.      Gerakan janin dalam rahim
3.      Tanda Braxton-hiks

D.    Diagnosis Banding Kehamilan
Suatu kehamilan kadangkala harus dibedakan dengan keadaan atau penyakit yang dalam pemeriksaan meragukan:
1.      Hamil palsu (pseudocyesis=kehamilan spuria)
2.      Mioma uteri
3.      Kista ovarii
4.      Kandung kemih penuh dan terjadi retensi urin
5.      Hematometra

E.     Pemeriksaan Diagnostik Kehamilan
Untuk menentukan diagnostic kehamilan maka, dilakukan pemeriksa janin:
1.      Riwayat kehamilan
Komponen riwayat umum antepartum:
a.       Data umum
1.      Riwayat perawatan medis dan perawatan primer masa lalu
2.      Riwayat keluarga
3.      Riwayat menstruasi
4.      Riwayat genestis
5.      Riwayat obstetric
6.      Riwayat ginekologik
7.      Riwayat seksual
8.      Riwayat kontrasepsi

b.      Pemeriksaan fisik
1.      Pemeriksaan fisik umum
a.       Kesan umum: kompos metis, tampak sakit.
b.      Pemeriksaan (tekanan darah, nadi, pernafasan, suhu, dan berat badan).
2.      Pemeriksaan obstetric
a.       Inspeksi: tinggi fundus uteri, keadaan dinding abdomen, gerak janin yang tampak.
b.      Palpasi: menurut Knebel, menurut Leopold, menurun Buddin, menurut Ahfeld. 
c.       Pekusi.
d.      Auskultasi: bising usus, denyut jantung janin, gerak janin intrauterine, dan hal lain yang terdengar.
e.       Pemeriksaan dalam

c.    Pemeriksaan panggul
Lakukan penelitian akomodasi panggul bila usia kehamilan 36 minggu karena jaringan dalam rongga panggul lebih lunak sehingga tidak menimbulkan rasa sakit, dengan cara berikut:
1.      Masukkan telunjuk dan jari tengah ke dalam liang vagina.
2.      Arahkan ujung kedua jari ke promontorium, coba untuk merabanya.
3.      Bila teraba, tentukan panjang konjugata diagonalis.
4.      Dengan ujung jari menelusuri linea inomata kiri dan kanan, sejauh mungkin, tentukan bagian yang teraba.
5.      Raba lengkungan sokrumdan tentukan apakah spina iskiadika kiri dan kanan menonjol ke kanan.
6.      Raba dinding pelviks, apakah lurus atau konvergen ke bawah dan tentukan panjang distansia interspinarum.
7.      Arahkan bagian palmar jari-jari tangan ke dalam simfisis dan tentukan besar sudut yang di bentuk antara os pubis kiri dan kanan.

d.   Uji Laboratorium dan Studi terkait
Ada beberapa uji studi terkait sebagai berikut:
1.      Rontgenografi
2.      Ultrasonografi (USG)
3.      Fetal Electro Cardio Grafi (ECG)
4.      Test Laboratorium

Daftar Pustaka
Suryati Romauli,2011,Asuhan Kebidanan 1,Yogyakarta:Nuha Medika


Senin, 01 Mei 2017

KONSEPSI
            Konsepsi didefinisikan sebagai pertemuan antara sperma dan sel telur yang merupakan tanda awal dari kehamilan. Perisitwa ini merupakan rangkaian kejadian yang meliputi pembentukan gamet (telur dan sperma), ovulasi (pelepasan sel telur), penggabungan gamet dan implantansi embrio di dalam uterus.
1.      Ovum
Merupakan sel tersebar pada badan manusia. Saat ovulasi, ovum keluar dari folikel ovarium yang pecah. Ada 2 lapisan pelindung yang mengelilingi ovum. Lapisan pertama berupa membrane tebal tidak berbentuk yang disebut dengan zonapelucida. Lingkaran luar disebut dengan korona radiate, terdiri dari selsel oval yang di persatukan oleh asam hialuronat. Masa subur ovum selama 24 jam setelah ovulasi.
Ovum biasanya di buahi dalam waktu 12 jam setelah ovulasi dan akan mati dalam 12 jam bila tidak segera di buahi.

2.      Sperma
Spermatozoa terdiri 3 bagian yaitu:
a.       Kaput (kepala) yang mengandung bahan nucleus.
b.      Ekor berguna untuk bergerak.
c.       Bagian silindrik, menghubungkan kepala dan ekor.
Spermatozoa dapat mencapai ampula, kira-kira 1 jam setelah coitus. Ampula tuba merupakan tempat terjadinya fertilisasi. Hanya beberapa ratus sperma yang bisa mencapai tempat ini. Sebagian akan mati karena keasaman dari vagina, dan sebagian juga mati saat ada dalam perjalanan.
Dalam saluran reproduksi wanita spermatozoa mengalami kapasitasi sebelum ia mampu membuahi ovum. Kapasitasi terjadi da;am rongga uterus dan tuba yaitu berupa pelepasan lapisan pelindung di sekitar akrosom. Setelah itu terjadilah reaksi akrosomik yaitu pembentukan lobang-lobang kecil pada akrosom tempat di lepaskannya enzim-enzim yang dapat melisiskan corona radiate dan zona pelucida. Terdapat enzim CPE (Corona Penetrating Enzyme) yang mencerna korona radiate dan bialuronidase yang mencerna zona pelusida.

3.      Fertilisasi
Merupakan terjadinya pertemuan antara sel sperma dan sel telur di ampula tuba.
Hasil Fertilisasi:
a.       Kembalinya sel dengan jumlah kromosom diploid (2n) pada manusia dengan jumlah diploid adalah 46.
b.      Penurunan/pewarisan sifat-sifat spesies.

4.      Implantansi / Nidasi
Merupakan tertanamnya sel telur yang telah di buahi ke dalam endometrium. Sel telur yang telah di buahi akan segera membelah diri membentuk bola padat terdiri atas sel-sel anak yang lebih kecil disebut blostomer. Pada hari ke-3, bola tersebut terdiri dari 16 sel blastomer dan disebut morula. Pada hari ke-14 di dalam bola tersebut mulai terbentuk rongga, bangunan ini disebut dengan blastula.
Dua struktur penting di dalam blastula, yaitu:
a.       Lapisan luar yang di sebut trofoblas yang akan menjadi plasenta.
b.      Embrioblas yang kelak akan menjadi janin.
Pada hari ke-4 blastula masuk ke dalam endometrium dan pada hari ke-6 menempel pada endometrium. Pada hari ke-10 seluruh blastula sudah terbenam dalam endometrium dan dengan demikian  Nidasi sudah selesai.
Nidasi terjadi karena troboblast mempunyai daya untuk mengahncurkan sel-sel endometrium. Hancuran endometrium di pegunakan sebagai bahan makanan oleh telur. Tempat nidasi biasanya pada dinding depan dan dinding belakang di daerah fundus uteri.

Daftar Pustaka:
Suryati Romauli,2011,Asuhan Kebidanan 1,Yogyakarta:Nuha Medika


Keputihan Pada Ibu Hamil
Pada saat hamil, biasanya wanita seringkali mengalami banyak perubahan, salah satu yang paling mencolok adalah keluarnya lendir dari vagina atau biasa disebut keputihan. Namun, Anda jangan khawatir karena keputihan pada saat kehamilan adalah hal yang normal terjadi. Keputihan saat hamil biasanya terjadi karena adanya pengaruh hormon yang diproduksi selama kehamilan, yakni hormon estrogen. Namun, Anda harus waspada karena perubahan hormonal ini juga dapat mengubah keseimbangan keasaman vagina, sehingga menyebabkan munculnya jamur yang mencetus iritasi. Untuk itu, ada baiknya jika Anda mewaspadai keputihan pada ibu hamil karena bisa saja menimbulkan risiko yang negatif pada kehamilan dan janin

Cara tepat untuk mewaspadai keputihan pada ibu hamil adalah dengan menggali pengetahuan tentang keputihan dan juga ciri-cirinya. Tahukah Anda, bahwa keputihan ada dua macam, yakni keputihan normal dan abnormal. Keputihan bisa dikatakan normal apabila bertekstur encer, berwarna putih agak bening campur putih seperti susu, tidak menyebabkan gatal, serta tidak berbau busuk. Sedangkan keputihan yang bisa dikatakan tidak normal dan perlu diwaspadai adalah yang lebih kental dan lengket, lendir berwarna kehijauan atau kekuningan, bahkan sampai kemerahan atau kecokelatan, berbau tidak enak dan menyengat, menimbulkan kemerahan dan gatal di daerah vagina.
Setelah mengetahui ciri-ciri keputihan di atas, tentunya Anda akan lebih mudah mewaspadai keputihan pada ibu hamil. Namun, tahukah Anda apa yang menyebabkan keputihan menjadi berbahaya bagi kehamilan dan janin? Keputihan bisa mengganggu kehamilan dan janin karena adanya infeksi penyakit pada vagina. Namun sayang, minimnya pengetahuan para wanita membuat mereka kurang mewaspadai keputihan pada saat hamil, padahal keputihan tersebut bisa mengganggu proses kehamilan, misalnya menyebabkan bayi lahir prematur, kontraksi, hingga pecah ketuban dini. Selain itu, keputihan yang tidak teratasi dengan baik saat hamil dapat menular pada bayi saat persalinan dan dapat menular kembali kepada ibu saat menyusui sehingga terjadi mastitis (peradangan puting susu dan payudara).

Untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan akibat keputihan, maka penting bagi para ibu hamil untuk memperhatikan perubahan cairan yang keluar dari vagina tersebut dan rutin konsultasi ke dokter kandungan untuk memastikan kesehatan ibu dan janin. Dan satu lagi, ibu hamil jangan segan-segan untuk menceritakan keluhan yang dialami selama kehamilan agar dokter bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut apabila terjadi sesuatu yang mengancam kehamilan dan janin.

Sumber.
http://artikeltentangkesehatan.com/waspadai-keputihan-pada-ibu-hamil.html