KONSELING PERSIAPAN PERSALINAN
Persiapan Persalinan dan Kesiagaan Kegawatdaruratan
Konseling persiapan persalinan dan kesiagaan kegawatdaruratan:
- Menjelaskan maksud dan tujuan konseling.
- Menanyakan (memastikan kembali) identitas pasien: nama ibu, umur ibu, nama suami, alamat.
- Menanyakan (memastikan kembali): gravida (jumlah kehamilan), dan taksiran persalinan.
- Menanyakan (dan menjelaskan) pentingnya mengetahui golongan darah ibu.
- Menanyakan nama calon pendonor darah.
- Menanyakan (dan menjelaskan) rencana penolong dan tempat persalinan.
- Menanyakan rencana pendamping persalinan.
- Menanyakan (dan menjelaskan) tentang persiapan/ketersediaan biaya persalinan.
- Menanyakan lokasi tempat tinggal ibu dengan rencana tempat melahirkan.
- Menanyakan (dan menjelaskan) tentang persiapan/ketersediaan alat transportasi yang akan digunakan dalam keadaan darurat.
- Menanyakan (dan menjelaskan) tentang persiapan peralatan yang dibutuhkan ibu dan bayi.
- Menanyakan tentang pembuatan keputusan dalam keluarga dan siapa yang SIAGA saat persalinan (dilibatkan dan menjadi pendamping saat persalinan).
- Menanyakan (dan menjelaskan) tentang siapa yang menjaga anak di rumah saat persalinan (saat ibu dirawat). (Untuk ibu primi/multipara dengan anak hidup).
- Menanyakan pengetahuan ibu (dan menjelaskan) tentang tanda bahaya kehamilan dan persalinan.
- Menanyakan pengetahuan ibu (dan menjelaskan) tentang tanda-tanda persalinan
- Menanyakan tentang rencana penggunaan kontrasepsi setelah melahirkan.
- Menjelaskan tentang komitmen/kesediaan ibu dan suami (keluarga) untuk: suami menjadi pendamping persalinan, melakukan inisiasi menyusu dini, dan pemeriksaan nifas.
- Melakukan evaluasi konseling.
- Melakukan dokumentasi pada kartu amanat persalinan dan form perencanaan persalinan sesuai tanggal pelaksanaan.
Gambar 1. Amanat Persalinan
Gambar 2. Kartu Perencanaan Persalinan
Gambar 3. Stiker P4K
Sumber: Buku Pedoman-P4K



Tidak ada komentar:
Posting Komentar