SENAM HAMIL
APA ITU SENAM
HAMIL . . . ???
Senam hamil adalah suatu latihan yang diberikan
kepada ibu hamil agar ibu tersebut menjadi siap mental dan jasmani untuk
menghadapi persalinan yang aman, lancar dan spontan.
Manfaat Senam Hamil
- Memperbaiki sirkulasi peredaran darah
- Memperbaiki keseimbangan otot dan menguatkan otot perut
- Mengurangi ketidaknyamanan selama hamil
- Memperbaiki kualitas tidur
- Membuat tubuh terasa lebih bugar
Tujuan Senam Hamil
- Memperlancar proses persalinan dengan memberikan latihan pada
otot-otot tubuh yang nantinya akan berperan dalam proses persalinan.
- Meningkatkan kesehatan fisik dan psikis serta kepercayaan pada diri
sendiri dan penolong dalam persalinan
- Membimbing wanita menuju suatu persalinan yang fisiologis
- Menguasai teknik-teknik pernapasan dalam persalinan
Syarat Mengikuti Senam Hamil
- Telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan kehamilan oleh dokter
atau bidan.
- Latihan dilakukan setelah kehamilan mencapai 22 minggu.
- Latihan dilakukan secara teratur dan disiplin, dalam batas
kemampuan fisik ibu.
- Sebaiknya latihan dilakukan di rumah sakit atau klinik bersalin
dibawah pimpinan instruktur senam hamil.
Tanda dan Gejala Senam Hamil harus Dihentikan
- Timbul rasa nyeri, terutama nyeri dada, nyeri kepala dan nyeri pada
persendian.
- Kontraksi rahim yang lebih sering (interval <20 menit).
- Perdarahan pervaginam, keluarnya cairan ketuban.
- Nafas pendek yang berlebihan.
- Denyut jantung yang meningkat (> 140 x/menit).
- Aktifitas janin yang berkurang.
Kontraindikasi Senam Hamil
- Kontra Indikasi Absolute atau Mutlak
- Kontra Indikasi Relative
- Segera menghentikan senam hamil
Gerakan Senam Hamil
1. Pengencangan abdomen saat menghembuskan
nafas keluar (untuk abdomen).
Teknik
; tidur terlentang atau miring, lutut ditekuk, tangan di perut. Saat
mengeluarkan nafas, tarik otot-otot abdomen hingga paru-paru kempis.
2. Pemiringan panggul (untuk punggung bawah dan
perut).
Teknik
: tidur terlentang lutut ditekuk. Gulingkan panggul dengan meratakan punggung
bawah ke lantai, sambil meniadakan rongga. Susutkan otot-otot abdomen pada saat
mengeluarkan nafas dan kencangkan bokong. Tahan selama tiga hitungan yang
panjang dan kemudian lepaskan.
3. Goyang panggul (untuk punggung bawah)
Teknik
: variasi dari gerakan di atas. Posisi merangkak, tarik masuk perut dan bokong,
tekan dengan punggung bagian bawah sambil membuat suatu “punggung kucing” yang
bundar. Jangan biarkan tulang punggung mengendur. Miringkan punggung ke samping
bolak-balik, ini adalah variasi yang di kenal sebagai “ngibas-ngibas ekor”.
4. Senam Kegel (untuk dasar panggul)
Teknik
: lakukan kapan saja, dimana saja, dan dalam posisi apa saja. Lakukan hal ini
minimal 100 kali sehari. Untuk menghubungkan set otot-otot ini, pubokoksigeus,
yang dikenal dengan kendali atau tali panggul lakukan seperti sedang BAK dan
hentikan aliran kencing dipertengahan dan kemudian lenturkan kembali.
5. Menekuk ( untuk abdomen)
Teknik : tidur terlentang, lutut dinaikkan.
Menekuk
( untuk abdomen)
Teknik
: panggul dimiringkan ke belakang, sambil memegang kedua sisinya. Dekatkan dagu
ke dada. Hembuskan nafas, bungkukkan ke depan ± 20-45 cm. tahan pada posisi ini
sambil terus bernafas. Perlahan kembali ke posisi semula. Lekukkan secara
diagonal merupakan satu variasi lain.
Menekuk
(untuk abdomen).
Teknik
: dilakukan jika ada pemisahan dari otot-otot rectum. Gerakan sama dengan di
atas, pada lekukan ke depan, tegakkan miring, dengan lengan terbentang kea rah
lutut yang berlawanan.
6. Bridging atau mempertemukan (untuk posisi abdomen dan kenyamanan).
Teknik
: tidur terlentang dengan kaki dinaikkan ke bangku yang rendah, di ujung tempat
tidur atau di atas meja.
Bridging
atau mempertemukan (untuk posisi abdomen dan
kenyamanan).
Teknik
: susutkan dinding perut dan bokong, secara perlahan naikkan pinggul dari
lantai hingga badan dan kaki berada dalam satu garis lurus. Jangan lengkungkan
badan ke belakang. Ingat untuk bernafas.
Bridging atau mempertemukan (untuk posisi abdomen dan kenyamanan).
Variasi
lakukan senam yang sama, lutut melekuk dan kaki diatas meja. Urutannya : satu
lutut melekuk dan lainnya lurus sejajar dengan paha, tidak lebih tinggi,
kemudian hembuskan nafas saat anda mengangkat kaki.
7. Kaki
menekuk dan meregang untuk sirkulasi dan
kenyamanan
Teknik
: dengan kaki dinaikkan atau kaki pada lutut. Tekukkan pergelangan sedapat
mungkin naikkan jari kaki, kemudian arahkan ke bawah, sambil menekukkan kaki,
kemudian putar pergelangan dengan lingkaran yang besar secara perlahan,
mula-mula ke satu arah, kemudian kea rah yang berlawanan.
8. Peregangan otot betis (untuk sirkulasi dan mencegah kram kaki).
Teknik
: dengan posisi berdiri. Sandarkan tubuh ke depan kea rah dinding dengan satu
kaki di belakang, kaki rata dilantai. Secara perlahan bengkokkan lutut depan.
Bernafas perlahan saat otot betis meregang.
9. Bahu
memutar dan lengan merentang (untuk
postur dan punggung).
Teknik
: sambil duduk angkat lengan, bengkokkan siku, tangan di bahu. Angkat lengan
dan putarkan lengan dengan lingkaran kedua arah, kemudian angkat lengan lurus
tinggi di atas kepala, dan secara bergantian angkat masing-masing semakin
tinggi (seakan memetik buat apel dari pohon tinggi). Latihan ini bisa juga
dilakukan sambil berdiri.
REFERENSI
Maryunani, A. dan Sukaryati, Y. 2011. Senam Hamil Senam Nifas dan
Terapi Musik. Jakarta: CV.Trans Info Media
Bartini, Istri. 2012. Asuhan Kebidanan Ibu Hamil Normal. Yogyakarta
: Nuha Medika




Tidak ada komentar:
Posting Komentar